Rabu, 18 November 2015

HDI PROPOELIX




PENEMUAN REVOLUSIONER

HDI PROPOELIX adalah Produk baru dari HDI yang merupakan produk ekstraksi dari Propolis.

PROPOLIS yang paling Efektif dan murni dengan Bio-availability yang sangat tinggi.

HDI Propoelix :
  • mampu mempercepat penyembuhan penyakit berat, telah terbukti efektif melawan penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ), yang hingga saat ini belum ada obat maupun vaksinnya.
  • meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam waktu cepat, hanya dalam beberapa jam.
  • efektif mempercepat kenaikan kadar trombosit, menstabilkan kadar leukosit dan menormalkan suhu tubuh secara signifikan.
  • hasil dari riset selama 8 tahun dengan bekerja sama dengan universitas dan laboratorium dari berbagai negara yang dilakukan oleh para ahli propolis terkemuka
  • menggunakan teknologi Continuous Multi-stage Countercurrent Extraction ( CMCE ) Technology yang menggabungkan tiga metode ekstraksi tercanggih, yaitu metode Solvent Extraction, Repercolation with dynamic dan Countercurrent Extraction, menghasilkan kadar ekstraksi 60% skala laboratorium dengan kandungan bioflavonoid yang tetap utuh.


MANFAAT HDI PROPOELIX :

IMMUNE BOOSTER : Meningkatkan sistem kekebalan tubuh 
Fungsi khas propolis bagi tubuh adalah merangsang dan meningkatkan efektivitas kekebalan alami tubuh. Propolis bersifat aktif. Itulah yang membedakan propolis dengan antibiotika buatan yang justru membuat tubuh menjadi pasif sehingga kuman justru makin kebal.

ANTIVIRAL : Antivirus 
HDI PROPOELIX mengandung bio flavanoid yang tinggi. Kandungan flavanoid terbukti berfungsi melawan virus dan bakteri sehingga efektif sebagai antiobiotik alami. HDI PROPOELIX juga mengandung CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang terbukti efektif melawan inflamasi, termasuk inflamasi organ tubuh bagian dalam.

ANTIOKSIDAN PLUS : 
Mengurangi reaksi oksidasi di dalam tubuh. Reaksi oksidasi merupakan sumber penyakit degeneratif. Kadar antioksidan, yang juga dikenal dengan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) pada HDI PROPOELIX telah diuji di Amerika, yaitu sebesar 21.921 (kadar antioksidan propolis tablet cuma sebesar 9674). 
Mengandung CAPE ( Caffeic Acid Phenethy Ester ) yang terbukti efektif melawan inflamasi, terutama inflamasi organ tubuh bagian dalam.


Hasil Uji Klinis Propoelix dapat dilihat di Jurnal Medika (Jurnal Kedokteran Indonesia).
atau dapat dilihat di Potensi Propolis Edisi No 03 Vol XXXIX - 2013 - Kegiatan
Potensi Propolis sebagai Terapi Suportif Baru Demam Berdarah Dengue
Satu lagi produk perlebahan yang bermanfaat bagi kesehatan. Propolis atau disebut juga sebagai lem lebah memper-lihatkan aktivitas farmakologis multipotensial. Propolis dapat merangsang pembentukan antibo­di, menghambat virus masuk ke dalam limfosit CD4, me­miliki sifat antiviral, mening­kat­kan produksi interferon gamma  (IFN-g)  dan  aktivitas mak­ro­fa­g, serta memiliki sifat anti­bakte­ri, antiinflamasi, antitumor, serta antioksidan. Hal itu di­sampaik­an oleh Prof. dr. Aznan Lelo, PhD SpFK dlm diskusi ilmiah mengenai uji klinis HDI Propoelixâ pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), 4 Februari yang lalu, di Kantor PT Harmoni Dinamik Indonesia (HDI), Jakarta.
Guru Besar Fakultas Kedok­teran Universitas Sumatera Utara (FK USU) itu menjelaskan, “HDI Propoelixâ memiliki komposisi yang sangat bervariasi. Kandungan kimia utamanya ialah caffeic acid phenethyl ether atau CAPE. Selain CAPE, propolis juga menganding phe­noli­csterpeneshydrocarbonsacidsbioflavonoids.”
CAPE yang terdapat dalam ekstrak propolis tersebut memperlihatkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan mampu menghambat produksi spesies oksigen reaktif (ROS) atau radikal bebas. CAPE juga dapat berfungsi sebagai antiinflamasi dengan menurunkan produksi sitokin dan interleukin 2 (IL-2). Profil ini membuat CAPE ber­potensi dalam terapi artritis dan inflammatory bowel disease (IBD). Berkat adanya CAPE, HDI Propoelixâ  menjadi produk perleb­ahan dengan kandungan antioksidan yang paling besar dan paling bermanfaat nyata secar­a farmakologis.
Profil propoelix tersebut diamini oleh dr. Rochsismandoko, SpPD-KEMD, FINASIM. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) ini merupa­kan peneliti utama uji klinis HDI Propoelixâ (ekstrak propolis) pad­a pasien DBD. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum ditemukannya obat maupun vaksin DBD sampai sekarang. Upaya eliminasi DBD masih berfokus pada pemberantasan vektor dan terapi suportif. Dalam hal terapi suportif ter­sebu­t, sudah banyak dilakukan penelitian bahan herbal di Indonesia, namun hasil yang didap­at belum memuaskan.
Selengkapnya, silahkan baca di edisi cetaknya...


Propolis suatu senyawa yang diperoleh dari aktivitas lebah telah lama diketahui mempunyai efek antioksidan, antiinflamasi, antiviral, antimitogenik, antikarsinogen dan efek imunomodulator, sehingga diduga dapat berperan dalam terapi suportif demam Berdarah Dengue (DBD). Selama ini belum ada penelitian yang membuktikan keefektifan propolis sebagai terapi tambahan pada pasien DBD.

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas propoelix yang merupakan ekstrak dari       propolis sebagai terapi tambahan untuk memperbaiki parameter laboratorium, kondisi klinis, dan menurunkan lama perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD).

Penelitian ini merupakan uji klinis dengan desain randomized control trial. Sebagai materi penelitian adalah propoelix kapsul 100 mg terhadap dua kelompok penelitian, yaitu kelompok plasebo dan propoelix 100 mg. Jumlah subjek penelitian 106 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan di SMF Penyakit Dalam RS Persahabatan, Jakarta, selama empat bulan, dari Desember 2009 sampai Maret 2010. Pemeriksaan serial hematologi rutin dan pengamatan klinis dilaku­k­a­n selama 4 hari. Analisis statistik bivariat dengan uji tidak berpasangan dilakukan untuk menguji perbedaan antarvariabel dan uji lain  yang sesuai untuk penelitian ini.

Hasilnya, kedua kelompok menunjukkan perbaikan secara klinis, tetapi secara statistik didapatkan perbedaan bermakna perubahan trombosit dari baseline setelah hari kedua (p=0,013) dan hari ketiga (p=0,000) antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen ter­dapat perubahan yang bermakna pada semua pengamatan variabel penelitian. Terdapat perbedaan bermakna lama perawatan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (p=0,002). Kelompok eksperime­n lebih singkat hari perawatannya.

Kesimpulannya, terapi tambahan propoelix yang merupakan ekstrak dari propolis efektif memperbaik­i parameter laboratorium, kondisi klinis, dan menurunkan lama perawatan pasien demam berdarah dengue.


HDI Propoelix hadir dalam kemasan 60 kapsul

Harga Produk Propoelix 60 Capsule :  Rp 498,000.
Dapatkan Harga Khusus dengan kartu discount hanya Rp. 373,000.-

2 komentar: